Berkaca trhadap diri sendiri adalah hal bijaksana untuk kita lakukan,sebelum kita mempresisikn pd org lain.
"krena barang siapa yg mengenal diriny.tentu ia akan sibuk memperbaikiny dngn tdk memperdulikan aib dan cacat org lain.dan brng siapa yg mengenal robbny tntu ia akan sibuk brkhidmat kpdNya dngn meninggalkn hawa nafsuny".
Hendakny kita tidak luruh dan tersibghan dngn kondisi zaman,dan selayakny kita tetap konsisten dngn akidah dan keimanan yg kita miliki,konsisten trhadap keyakinan bahwa Allah dan Rasulullah SAW tmpt segala sesuatu persoalan kita kembalikan.
Mari kita introspeksi diri dan menoleh kebelakang lagi.
Sudah benarkah SYAHADAT kita,sesuaikah KEIMANAN kita dengan Al Qur'an dan AS SUNNAH (AL HADITS),benarkah MANHAJ dan HUKUM yg kita terapkan dlm kehidupan kita,
Rasulullah SAW bersbda:
"Iman dan amal adalah dua saudara yg saling menemani didalam persahabtan,Allah tdk menerima salah satu di keduanya kecuali dngn sahabatny"(Ibnu syahiin Fissunah An Ali).
"Iman itu adlh kepercayaan dalam hati,diucapkan dngn lisan,dan diamalkan dngn anggota".(HR.ibnu Majah).
"Bukanlah iman itu sekedar cita-cita(angan-angan)saja,akan tetapi iman itu sesuai kepercayaan yg tetap dlm hati,dan dibuktikan dngn amal perbuatan".(HR.Dailami).
Semoga kta2 ini bisa menjadi bahan renungan untuk berinstropeksi diri tentang keimanan,tentang manhaj,ataupun sikap yg seyogyany kita lakukan.Amin.
Segala keritik dan saran akan menjadi satu kebaikan dimasa yg akan dtng,dan itu sangat kami harapkan.
"Jazakumullahu khoiron".